Customer Churn Classification
Analisis dan prediksi customer churn menggunakan perbandingan model Decision Tree dan Naive Bayes.

Customer Churn Classification
Proyek ini bertujuan untuk memprediksi apakah seorang pelanggan akan melakukan churn atau tidak berdasarkan data pelanggan. Analisis dilakukan menggunakan dua model machine learning, yaitu Decision Tree dan Naive Bayes, lalu membandingkan performanya.
Deskripsi Proyek
- Menganalisis dataset customer churn.
- Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi churn.
- Membangun model prediksi churn.
- Membandingkan performa Decision Tree dan Naive Bayes.
Dataset
Dataset terdiri dari informasi pelanggan dengan fitur seperti:
AgeGenderTenureUsage FrequencySupport CallsPayment DelaySubscription TypeContract LengthTotal SpendLast InteractionChurn
Data dibersihkan dengan menghapus kolom identitas dan missing values, serta mengubah tipe data yang sesuai.
Tahapan Analisis
-
Data Preprocessing
- Menghapus fitur
CustomerID - Menghapus baris yang memiliki missing values
- Mengubah kolom
Agemenjadi integer
- Menghapus fitur
-
Exploratory Data Analysis (EDA)
- Analisis univariate untuk melihat distribusi churn, gender, dan usia
- Analisis bivariate untuk melihat hubungan churn dengan gender, payment delay, dan total spend
- Heatmap korelasi antar fitur
-
Feature Selection
- Memilih fitur yang paling relevan berdasarkan korelasi terhadap churn
-
Pemodelan Machine Learning
- Decision Tree
- Naive Bayes
-
Evaluasi Model
- Mengukur akurasi
- Visualisasi confusion matrix
- Classification report
Hasil Analisis
- Decision Tree menunjukkan performa terbaik dalam memprediksi churn.
- Naive Bayes memiliki akurasi lebih rendah karena asumsi independensi fitur yang kurang sesuai untuk dataset ini.
- Faktor penting yang mempengaruhi churn termasuk
Payment Delay,Support Calls, danTenure.
Kesimpulan
Model Decision Tree lebih unggul dalam proyek ini karena dapat menangkap pola non-linear dan interaksi antar fitur lebih baik daripada Naive Bayes.